Tiga Sampah Dapur yang Membantu Meningkatkan Kesuburan Tanah

Courtesy by farmhouse38.wordpress.com

Berkebun memerlukan tanah yang subur. Bagaimana pun, tanah yang subur bisa memperbanyak hasil panen serta memperbesar ukuran sayuran dan buah-buahan di kebun kita. Untuk menghasilkan tanah yang subur, Anda bisa memanfaatkan sampah dapur di rumah.

Setidaknya, ada tiga sampah dapur yang mampu meningkatkan kesuburan tanah di kebun di rumah kita. Ketiga sampah tersebut adalah: kulit telur, ampas kopi, dan kulit pisang.

  1. Kulit Telur
    • Bilas kulit telur kemudian biarkan mengering selama beberapa hari. Agar kulit telur mengering dengan baik, sebaiknya tempatkan di kusen jendela yang terkena matahari langsung. Bagaimana pun, kulit telur yang kering mempermudah kita untuk meremukkannya. Hal ini akan membantu tanah menguraikan kulit telur lebih baik lagi.
    • Setelah kering, hancurkan kulit telur hingga remuk dengan ukuran sekecil mungkin. Caranya, bisa menggunakan penggiling kopi atau mesin blender. Kemudian, masukkan kulit telur ke lubang tanam atau tebarkan kulit telur di sekitar tanaman. Kulit telur yang remuk sendiri meningkatkan kemampuan drainase tanah.
    • Kulit telur sendiri meningkatkan kandungan kalsium tanah. Kalisum sendiri baik untuk pertumbuhan tanaman serta mencegah matinya akar pada tomat dan labu-labuan.
    • Kulit telur juga efektif untuk mengusir hama tanaman dari kalangan hewan moluska, seperti: siput dan bekicot. Caranya, sebarkan kulit telur di sekitar tanaman untuk mengusir hama tanaman. Karena, hewan-hewan ini akan kesakitan begitu terkena kulit telur, sama seperti manusia tanpa alas kaki yang menginjak pecahan kaca.
  2. Ampas Kopi
    • Ampas kopi berfungsi sebagai pupuk umum, menambah unsur organik, meningkatkan drainase, menyimpan air, dan meningkatkan ventilasi udara bagi tanah. Seiring dengan proses pembusukkan, ampas kopi juga menambahkan kandungan nitrogen dalam tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman.
    • Cacing sangat menyukai ampas kopi. Keberadaan ampas kopi kerap mengundang cacing untuk datang dan membuat lubang-lubang di tanah. Lebih lanjut mengenai keuntungan cacing bagi tanah dan tanaman, bisa lihat di TAUTAN INI.
    • Cara menggunakan ampas kopi cukup mudah. Pekebun tinggal memasukkan ke dalam tanah secara langsung, tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Selain itu, bisa juga ditaburkan di permukaan tanah di sekeliling tanaman, seperti menaburkan pupuk atau mulsa.
    • Dalam kadar yang pekat dan jumlah yang cukup banyak, ampas kopi bisa merubah tingkat keasaman tanah. Hal ini cocok untuk tanaman yang menyenangi tanah asam, seperti: Bunga Kembang Sepatu, Oak, dan Huckleberry.
    • Bila ampas kopi tampak mulai bulukan, hal ini berarti alam mulai mengurai ampas kopi. Tidak perlu khawatir dengan keadaan ini. Hal ini merupakan pertanda baik bahwa ampas kopi mulai menjalankan fungsinya untuk menyuburkan tanah.
  3. Kulit Pisang
    • Kulit pisang bisa langsung ditebarkan atau dimasukkan ke dalam tanah. Agar kulit pisang terurai lebih cepat, sebaiknya potong menjadi bagian yang cukup kecil. Hal ini mempermudah mikro-organisme untuk melakukan tugasnya.
    • Kulit pisang meningkatkan kemampuan drainase tanah. Kulit pisang juga sangat disukai oleh cacing, sehingga mengundang mereka untuk menyebarkan nutrisi yang baik bagi tanah.
    • Kulit pisang baik untuk pertumbuhan tanaman dan pembentukkan buah. Pasalnya, kulit pisang mengandung nutrisi yang ampuh untuk tanaman, seperti: kalsium, magnesium, sulfur, fosfat, potasium, dan sodium.***

Disadur ulang dari wholefoodhome.com

Iklan

Enam Manfaat Cacing Bagi Tanah

Ilustrasi. (Foto: uclan.ac.uk)

Seringkali kita melihat hewan yang satu ini dengan tatapan sinis dan menjijikan. Cara bergeraknya yang melata dan tempat tinggalnya di dalam tanah membuat hewan ini tidak disukai sebagian orang. Namun, siapa sangka dibalik penampilannya yang kurang menarik itu, hewan ini justru banyak berkontribusi dalam kesuburan tanah.

Hewan itu adalah cacing tanah yang kerap membantu menyuburkan tanah kebun kita, sehingga mampu menumbuhkan banyak sayuran segar dan buah-buahan yang besar. Hewan ini juga memiliki kemampuan reproduksi yang sangat cepat, yaitu: 96 cacing baru setiap enam bulan. Lalu, apa saja manfaat cacing bagi kebun kita? Ini dia paparannya.

  1. Cacing menghasilkan kompos berlendir yang kaya akan nutrisi bagi tanah. Kompos ini berasal dari bahan-bahan organik dan tanah yang dimakan oleh cacing, seperti: daun kering, potongan rumput, kompos akar, dan kotoran hewan. Setiap harinya, cacing bisa mengkonsumsi bahan-bahan organik dan tanah hingga seberat tubuhnya.
  2. Cacing membantu meningkatkan mineral-mineral kunci untuk tanaman bisa tumbuh dengan baik. Kompos lendir cacing sendiri kaya akan nitrogen, fosfor, dan potasium. Selain itu, kompos jenis ini juga membantu tanah untuk mengikat zat kalsium, zat besi, dan zal sulfur. Ketika mati, tubuh cacing yang sudah terurai pun menjadi bahan organik yang kaya akan nitrogen.
  3. Cacing tanah membantu terbentuknya humus pada tanah. Humus sendiri merupakan tanah berwarna coklat gelap hingga hitam. Humus membantu menyimpan nutrisi penting bagi tanaman untuk tumbuh dengan baik.
  4. Cacing membantu membangun struktur tanah yang baik bagi tanaman. Hewan ini membuat lubang di dalam tanah hingga mencapai akar tanaman. Bagi tanaman, lubang-lubang ini membantu akar untuk mendapatkan udara dan air yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dengan baik.
  5. Bila tanah keras karena terdapat lapisan tanah liat, cacing tanah membantu untuk menguraikannya. Lapisan keras tanah liat sendiri tebalnya bisa mencapai beberapa meter dari permukaan tanah. Akar tanaman sendiri tidak mampu untuk menembus tanah jenis ini. Cacing tanah sendiri membantu membangun lubang di lapisan ini hingga mencapai kedalaman dua meter. Upaya ini membantu akar tanaman untuk menembus permukaan tanah dan menopang tumbuhnya tanaman di atasnya.
  6. Cacing tanah membantu menghilangkan puing-puing di permukaan tanah. Hewan ini juga membantu mengenyahkan spora jamur di kebun kita. Dengan kata lain, cacing tanah membantu menghilangkan bahan organik yang mengganggu kesuburan tanah.

Lima Langkah Mudah untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah

Ilustrasi. (Foto: rodalesorganiclife.com)

Kesuburan tanah merupakan syarat utama untuk menanam. Seiring waktu, seringkali kesuburan tanah di kebun rumah berkurang akibat tingginya aktivitas bertanam dan minimnya asupan nutrisi untuk tanah. Bila hal tersebut terjadi, pertumbuhan tanaman pun terhambat.

Lalu, bagaimana cara untuk memperbaiki kesuburan tanah kebun di rumah kita? Berikut lima langkah mudah untuk meningkatkan kesuburan tanah.

  1. Kompos
    Kompos menambah nutrisi bagi tanaman sekaligus memperkaya bahan organik kepada tanah. Selain itu, kompos juga berfungsi berfungsi menyimpan air, sehingga turut membantu kelembaban tanah. Kompos merupakan cara yang cukup jitu dan mudah untuk meningkatkan kesuburan tanah. Untuk membuatnya, pekebun hanya perlu melihat sisa makanan di dapur atau daun kering di kebun sebagai bahan kompos.
  2. Pupuk Kandang
    Sama seperti kompos, pupuk kandang juga membantu menyuburkan tanah. Bahan ini menyediakan nutrisi dan bahan organik bagi tanah serta bakteri yang membantu kesuburan tanah. Pupuk kandang sendiri merupakan kotoran hewan ternak yang telah dikeringkan. Hindari untuk memberikan kotoran hewan yang baru keluar. Hal ini berpotensi membuat tanaman menjadi kering dan layu kemudian mati. Adapun hewan yang kotorannya baik bagi kesuburan tanah adalah sebagai berikut:

    • Kotoran Ayam. Memiliki kadar nitrogen yang tinggi. Kotoran ayam sendiri berpotensi mematikan tanaman bila langsung digunakan. Sebaiknya dikomposkan terlebih dahulu sampai matang sebelum digunakan.
    • Kotoran Kuda. Kotoran jenis ini kemungkinan besar mengandung benih gulma. Oleh karena itu, sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu untuk mematikan benih-benih gulma di dalamnya.
    • Kotoran Sapi. Kotoran hewan ini memiliki kadar nitrogen yang lebih rendah. Selain itu, kotoran sapi juga mengandung lebih sedikit benih gulma dibandingkan kotoran kuda. Pupuk kandang dari kotoran sapi cocok digunakan untuk beragam tanaman.
    • Kotoran Kambing. Kotoran ini sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu untuk mengurangi aromanya yang cukup menyengat. Sama seperti kotoran sapi, kotoran kambing juga cocok digunakan untuk beragam tanaman. Selain itu, butiran kering kotoran kambing lebih mudah diaplikasikan.
    • Kotoran Kelinci. Kotoran hewan lucu ini bisa langsung diaplikasikan secara langsung, tanpa khawatir tanaman akan menjadi layu. Caranya, tinggal ambil butiran-butiran kotoran kelinci kemudian menaburkannya di tanah. Secara perlahan, kotoran ini akan hancur dan melepaskan kandungan nutrisiny untuk tanah.
  3. Mulsa
    Mulsa merupakan bagian tumbuhan yang sudah kering, seperti: daun, sekam, serpihan kayu, serbuk gergaji, dan jerami. Mulsa sendiri tidak hanya mempertahankan kelembaban tanah, tetapi juga menambah bahan organik untuk tanah. Selain itu, Mulsa juga mengundang cacing untuk datang dan menyuburkan tanah.
  4. Tanaman Penutup
    Tanaman penutup merupakan cara yang fantastik untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan usaha yang minimal. Selain menyediakan nutrisi bagi tanah, tanaman penutup juga memperbaiki sirkulasi air dan udara di tanah, mematikan tanaman yang tidak diinginkan, dan menarik organisme yang bermanfaat bagi tanah. Meskipun demikian, pekebun harus menunggu untuk menanam sampai musim selanjutnya dan kesuburan tanah mulai membaik.
  5. Cacing
    Menaruh cacing di tanah merupakan cara alami untuk meningkatkan kesuburan tanah. Ada beberapa cara agar cara ini berhasil, yaitu:

    • Masukan mereka ke tumpukan kompos membantu untuk mempercepat pembusukan bahan organik dan meningkatkan nutrisi kompos.
    • Memelihara cacing di kompos terpisah membuat pekebun memiliki kompos berlendir cacing. Kompos jenis ini membantu mempercepat nutrisi untuk tanah.
    • Memasukkan cacing secara langsung ke tanah kebun. Berikan juga kompos dan mulsa, sehingga cacing akan meningkatkan sirkulasi udara tanah dan menaruh kompos berlendir cacing secara langsung.

10 Trik Bertanam Tomat bagi Pemula

Ilustrasi. (Foto: flavoritetomatoes.com.au)

Buah yang manis dan merah tentunya akan menggoda setiap orang untuk bertanam dan memanen tomat di rumahnya. Meskipun terbilang mudah, tetapi menanam tomat butuh kejelian dan ketekunan. Bila tidak, buah tomat tidak akan semanis dan senikmat yang kita bayangkan.

Berikut ini merupakan 10 trik untuk siapa saja yang ingin memanen tomat yang manis dan besar di rumahnya, termasuk para pemula. Bila menemui kendala, Kebun Madani siap untuk bertukar pikiran. Dan jangan lupa foto buah tomat di rumah Anda bila sudah berbuah kelak, kemudian unggah fotonya di media sosial.

  1. Tanam lebih dalam
    Tanamlah tanaman tomat sedalam yang Anda bisa. Usahakan, daun terbawah tidak mengenai permukaan tanah. Dengan menanam lebih dalam, batang tanaman tomat akan lebih banyak bersentuhan dengan tanah dan memproduksi lebih banyak akar.
    Akar yang banyak dan baik akan membantu meningkatkan kelembaban tanaman. Pasalnya, akar yang sehat dan banyak membantu menyerap lebih banyak air. Selain itu, sistem perakaran yang besar membantu tanaman untuk “mencengkeram” tanah lebih kuat. Hal ini mencegah tanaman rebah karena terlalu tinggi atau rusak akibat angin yang terlalu kencang.
  2. Tambahkan kulit telur untuk menambah kalsium
    Ketika menanam tanaman tomat, sebaiknya tambahkan cangkang telur di sekitar akar. Kulit telur sendiri mengandung banyak kalsium. Pada tanaman seperti tomat, kalsium mencegah pembusukan akar yang terjadi karena rendahnya tingkat kalsium pada tanaman. Selain itu, kalsium juga mempercepat tumbuhnya tanaman dan memperkuat batang tanaman.
  3. Petik daun terbawah dan daun ketiak
    Hilangkan daun terbawah dan daun ketiak tanaman tomat. Hal ini membantu tanaman tomat agar memfokuskan energinya untuk tumbuh ke atas dan membesarkan buah.
    Daun paling bawah sendiri umumnya tidak terpapar cukup oleh sinar matahari karena terhalang oleh bagian tanaman di atasnya. Hal ini membuatnya tidak mampu menghasilkan zat makanan dengan baik, sehingga menguras energi tanaman.
    Ketika tanaman setinggi 70 sentimeter, sebaiknya hilangkan semua daun dari tengah tanaman hingga ke bawah. Hal ini berfungsi untuk mencegah penyakit yang terjadi akibat persentuhan daun dan tanah.
    Adapun daun ketiak merupakan daun yang tumbuh di sela-sela antara batang utama dan cabang. Pada tanaman setinggi satu meter lebih, daun ketiak harus dicabut ketika mulai tumbuh. Pasalnya, daun ini tidak akan menghasilkan buah. Selain itu, bila daun ketiak tumbuh besar, berpotensi menghalau sinar matahari ke cabang di bawahnya. Hal ini akan menghambat laju fotosintesis yang berakibat pada menurunnya produksi dan kualitas buah.
  4. Cukupi kebutuhan airnya
    Tanaman tomat membutuhkan air yang cukup, tidak lebih dan tidak juga kurang. Air yang berlebihan akan membuat tanaman ini membusuk. Sedangkan kekurangan air membuat permukaan buah tomat pecah-pecah, atau bahkan tanaman layu dan mati.
    Penyiraman sendiri dilakukan dengan membasahi bagian bawah tanaman terlebih dahulu. Teknik ini mencegah air menciprati bagian tanaman lainnya yang berpotensi menyebarkan penyakit. Kemudian siram bagian tanaman lainnya secara perlahan untuk menghindari genangan air di permukaan tanah. Pastikan air menyerap dengan baik ke tanah dan sampai ke akar. Hal ini juga membantu menjaga kelembaban tanah, sehingga tanaman tomat tidak “kehausan”.
    Setelah menyiram, gunakan sekop untuk menggali tanah di sekitar tanaman dan memeriksa tingkat penyerapan tanah. Idealnya, air membasahi tanah hingga kedalaman 15 – 20 sentimeter. Bila tanah tidak cukup basah, siram kembali tanah di sekitar tanaman. Periksa kembali titik lainnya untuk mengukur tingkat penyerapan air. Lakukan hal ini secara reguler sepekan sekali untuk mengukur kebutuhan air tanaman, sehingga Anda bisa memberikan cukup air bagi tanaman.
  5. Tomat butuh sinar matahari berlimpah
    Tempatkan tanaman tomat di tempat yang terpapar sinar matahari, khususnya sinar matahari pagi. Pasalnya, tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari untuk berfotosintesis dan memproduksi makanan. Hal ini akan membuat tanaman tomat tumbuh sehat dengan rasa buah yang lebih baik.
    Untuk memaksimalkan paparan sinar matahari, atur juga jarak penanaman. Jarak ideal antar tanaman tomat sekitar 50-100 sentimeter.
  6. Berikan mulsa
    Berikan mulsa di sekitar tanaman. Mulsa sendiri merupakan bagian tumbuhan yang sudah kering, seperti: daun, sekam, serpihan kayu, serbuk gergaji, dan jerami. Mulsa membantu mempertahankan kelembaban dan kehangatan media tanam di sekitar tanaman serta mendorong sistem perakaran yang sehat. Selain itu, mulsa juga membantu membunuh gulma dan rumput liar di sekitar tanaman serta menekan hadirnya penyakit dari tanah.
  7. Berikan penyangga
    Tanaman bisa tumbuh hingga lebih dari dua meter. Bila ketinggiannya mencapai lebih dari satu meter, tanaman ini berpotensi rebah. Untuk menghindari hal ini, berikan penyangga berupa bambu pada tomat sejak setinggi 50 sentimeter. Akan lebih baik lagi bila melilitkan tali di sekujur batang utama tomat untuk menyangganya tumbuh tinggi. Dalam hal ini, pekebun harus membantu melilitkan tali ke batang utama tomat. Tali sendiri dipasang secara vertikal, sejajar dengan arah tumbuhnya tomat.
  8. Hindari hama berupa siput dan ayam
    Salah satu satwa yang mengganggu pertumbuhan tomat adalah ayam dan siput. Ayam sendiri kerap mencari cacing di sekitar tanaman tomat dengan cara menggali menggunakan cakarnya. Hal ini berpotensi merusak tanaman tomat. Bagi para pemelihara ayam, sebaiknya jauhkan ayam Anda dari tanaman tomat.
    Adapun untuk menghindari siput, taburkan ampas kopi di sekitar tanaman dan jalur yang biasa dilalui siput. Aroma menyengat dan khas kopi sangat tidak disukai oleh hewan yang satu ini. Selain itu, kopi juga membantu menyuburkan tanah di sekitar tanaman. Baca lebih seksama di artikel Tiga Manfaat Kopi bagi Tanaman.
  9. Tanaman pembantu
    Beberapa tanaman bisa membantu meningkatkan produktivitas tomat. Salah satunya adalah bawang putih. Tanaman ini membantu meningkatkan rasa buah tomat menjadi lebih baik. Selain itu, bawang putih juga mencegah tumbuhnya jamur dan meningkatkan kualitas keseluruhan tanaman tomat.
    Caranya pun cukup mudah. Tinggal tanam bawang putih di dekat tanaman tomat. Cara lainnya, siram saripati bawang putih di sekitar tanaman atau campurkan dengan media tanam. Saripati ini sendiri terbuat dari campuran air dan bawang putih yang telah dihaluskan.
  10. Tanam secara bergilir
    Seperti tanaman kebun lainnya, area menanam tomat pun harus digilir setiap beberapa tahun sekali. Tanaman tomat sendiri tumbuh baik di titik yang sama sampai tiga tahun lamanya. Selebihnya, kesuburan lahan akan berkurang, dan berpotensi mengurangi produktivitas tanaman tomat.
    Bila Anda memiliki lahan yang luas, tanam secara bergilir tanaman tomat setiap tahun. Bila lahan terbatas, tidak masalah bila menggilir tanaman tomat setiap tiga tahun sekali.

Diolah dari berbagai sumber.

Tiga Manfaat Ampas Kopi Bagi Tanaman

Ilustrasi. (Foto: newenglandcoffee.com)

Ternyata, kopi tidak hanya disukai oleh manusia semata. Tanaman dan hewan pun suka kopi. Lebih dari itu. Bagi tanaman, ampas kopi mampu meningkatkan daya dukung untuk tumbuh dan berkembang. Sebuah penelitian menyatakan bahwa tingkat keasaman pada biji kopi sangat baik untuk beberapa tanaman yang membutuhkan asam, seperti tomat dan alpukat serta beberapa jenis tanaman buah lainnya.

Biji kopi sendiri mengandung banyak zat kalsium, gula, tembaga, magnesium, karbohidrat, dan beberapa vitamin lainnya. Selain itu, biji kopi juga mengandung nitrogen, kalium, dan fosfor. Ketiga zat tersebut cukup esensial untuk menyuburkan tanaman.

Bagi tanaman, nitrogen sendiri berfungsi untuk merubah matahari menjadi energi. Adapun fosfor membantu energi untuk masuk ke tanaman melalui akar dan sel. Sedangkan kalium membantu menjaga kelembaban tanaman melalui fotosintesis.

Selain tanaman, cacing pun menyukai kopi. Ampas kopi yang ditaburkan di tanah akan dimakan oleh cacing. Kemudian, cacing-cacing ini akan memproduksi nutrisi yang baik untuk tanaman.

Meskipun demikian, tidak semua tanaman menyukai kopi. Ada beberapa tanaman di kebun yang sangat tidak menyukai kopi. Tanaman tersebut, antara lain: lidah buaya, lobak, lavender, lada, dan kangkung.

Secara spesifik, berikut ini manfaat ampas kopi bagi tanaman:

  • Pupuk
    Ampas kopi bisa dijadikan pupuk bagi tanaman. Caranya pun mudah. Tinggal taburkan ampas kopi di tanah di sekitar tanaman. Hal ini akan membantu tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih baik.
  • Mengendalikan Hama
    Manfaat ampas kopi lainnya adalah mengendalikan hama tanaman. Caranya, campurkan ampas kopi dengan air panas. Biarkan campuran ampas kopi tersebut dingin. Kemudian, siram cairan ampas kopi ke tanaman untuk menghilangkan hama. Lakukan hal ini secara rutin, sepekan sekali atau sebulan sekali.
  • Menangkis Semut, Siput, dan Serangga
    Selain hama, satwa lainnya yang kerap mengganggu tanaman adalah semut, siput, dan serangga. Dalam hal ini, ampas kopi bisa digunakan untuk menangkis satwa-satwa tersebut. Caranya, taburkan ampas kopi secara acak di jalur yang kerap dilalui oleh semut dan siput. Aroma kuat kopi akan membuat mereka menjauh dan kapok untuk merusak tanaman dan bunga di kebun.

Disarikan dari Urbanorganicgardener.com

7 Tanaman Terbaik untuk Pekebun Pemula

Foto: mnn.com
Foto: mnn.com

Bagi yang baru menapaki hobi berkebun di rumah, tentunya akan mencoba menanam berbagai tumbuhan dengan berbagai cara. Umumnya, mereka senang bereksperimen untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.

Dalam daftar produk Kebun Morris, terdapat tingkat kesulitan pemeliharaan masing-masing tanaman. Merujuk pada daftar tersebut, berikut ini 7 benih yang patut dicoba untuk mereka yang baru belajar berkebun di rumah.

Bayam Hijau dan Merah
Menanam bayam termasuk mudah. Tumbuhan ini bisa hidup di berbagai tingkat ketinggian dengan berbagai kondisi cuaca. Cara menanamnya pun termasuk ringan. Cukup taburkan benih bayam secara merata di lahan yang tersedia. Jaga kerapatan benih bayam. Caranya dengan mengambil sedikit benih yang disesuaikan dengan lahan yang tersedia.

Usahakan menjaga asupan unsur hara dengan menaburkan pupuk organik secukupnya setiap pekan di atas lahan tanam. Siram air dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Benih yang terlalu rapat, asupan unsur hara yang minim, dan air yang terlalu sedikit membuat bayam tumbuh kerdil.

Bagi mereka yang ingin mendapatkan tanaman bayam yang lebih baik, semai terlebih dahulu benih di tempat terpisah. Setelah memiliki 3-5 daun sejati dengan panjang batang sekitar 5-7 Sentimeter, pindahkan bayam ke lahan tanam yang lebih luas.

Kangkung
Tanaman ini juga salah satu yang paling cocok dicoba oleh pemula. Kangkung bisa ditanam sepanjang tahun di berbagai tingkatan ketinggian dataran. Cara menanamnya cukup dengan memasukkan 5 benih kangkung dalam satu lubang. Atur jarak antar lubang tanam antara 5-10 Sentimeter.

Siram kangkung pada pagi dan sore hari. Jangan lupa untuk memberikan pupuk sepekan sekali agar asupan unsur hara tanaman terpenuhi. Pada usia 20-35 hari, kangkung sudah bisa dipanen. Cara memanennya pun cukup mudah. Cabut kangkung hingga ke akarnya, potong akarnya, bersihkan, dan kangkung siap untuk dimasak.

Sawi Pakcoy
Selanjutnya, tanaman yang disarankan untuk pemula adalah Sawi Pakcoy. Sama seperti kangkung, Sawi Pakcoy merupakan tanaman yang hidup sepanjang tahun di berbagai tingkatan ketinggian dataran. Meskipun begitu, cara menanamnya sedikit agak rumit dibandingkan bayam dan kangkung. Untuk mendapatkan hasil terbaik, dianjurkan untuk menyemai Sawi Pakcoy dalam wadah terpisah di tempat yang teduh dan lembab.

Setelah Sawi Pakcoy memiliki 3-5 daun sejati, pindahkan ke lahan tanam yang lebih besar. Pastikan unsur hara tanaman tercukupi pada media tanam. Siram pada pagi dan sore hari untuk mendapatkan hasil terbaik. Tanaman ini sudah bisa dipanen pada usia 35-45 hari masa tanam.

Cabai Rawit
Jenis cabai-cabai menempati urutan berikutnya bagi pemula yang sudah mampu menanam sayuran di atas. Salah satunya adalah Cabai Rawit. Tanaman yang hidup sepanjang tahun ini idealnya ditanam di dataran rendah. Dianjurkan untuk menyemainya terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan tanam.

Pada saat penanaman, jaga agar unsur hara tanaman tetap terjaga. Siram tanaman ini pada pagi dan sore hari. Pastikan tanaman ini mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup. Bersihkan gulma dan rumput di sekitar tanaman agar asupan unsur haranya tetap terjaga. Cabai rawit sendiri sudah bisa dipanen mulai usia 95 hari masa tanam. Dibandingkan sayuran yang tercantum sebelumnya, menanam cabai rawit membutuhkan kesabaran lebih panjang.

Cabai
Masih dari keluarga cabai-cabaian, tanaman Cabai termasuk yang baik bagi pemula. Tanaman ini bisa ditanam di berbagai tingkatan ketinggian dataran. Hanya saja, dianjurkan untuk menanam pada musim kemarau semata. Bila ditanam pada musim hujan, pastikan asupan airnya tidak terlalu berlimpah dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Pada musim kemarau, cukup siram sehari sekali pada sore hari.

Dianjurkan untuk menyemai tanaman cabai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan tanam. Pada saat dipindahkan ke lahan tanam, tancapkan sepotong bambu dengan panjang 1 meter di dekatnya. Bila ingin mendapatkan hasil yang ideal, tancapkan 2 potong bambu sepanjang 1,5 meter di masing-masing sisi kanan dan kirinya. Kemudian pertemukan ujung kedua bambu di atasnya dan ikatkan. Keberadaan penyangga ini berguna untuk menjaga tanaman agar tumbuh tegak. Seiring meningginya tanaman, ikatkan tanaman pada bambu tersebut agar tidak rebah.

Masa panen cabai lebih lama dibandingkan cabai rawit, yaitu antara 100-115 hari. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan unsur hara tanaman tercukupi. Bersihkan juga gulma dan rumput di sekitar tanaman secara rutin.

Tomat
Tanaman yang termasuk keluarga buah dan sayur ini bisa ditanam di berbagai tingkatan ketinggian dataran. Hasilnya akan maksimal bila ditanam di musim kemarau. Pada musim hujan, umumnya buah tomat lebih lembek dan cepat sekali membusuk.

Sebelum menanamnya, dianjurkan untuk menyemainya terlebih dahulu di tempat yang lembab dan teduh. Setelah cukup besar, pindahkan tomat ke lahan tanam. Pastikan tanaman ini mendapatkan sinar matahari yang cukup berlimpah. Cukup siram tanaman ini pada pagi dan sore agar tanaman ini tidak mengalami kekeringan. Jaga unsur hara tanaman dan bersihkan rumput dan gulma di sekitar area tanamnya.

Tomat sendiri bisa tumbuh hingga panjangnya mencapai 2,5 meter. Sama seperti cabai, tanaman ini membutuhkan penyangga agar dapat tumbuh dengan tegak. Karena tanaman ini lebih tinggi dibandingkan cabai, pilih potongan bambu sepanjang 2-2,5 meter dan tancapkan di kedua sisinya. Seiring bertambahnya ketinggian tanaman, ikatkan batangnya pada tongkat penyangga. Buah tomat sudah bisa dicicipi pada usia penanaman 70-75 hari.

Mentimun
Menanam mentimun cukup menantang. Pasalnya, unsur hara dan asupan airnya harus benar-benar cukup dan terjaga. Mentimun yang kekurangan unsur hara dan asupan air akan mati dengan cepat. Sedangkan bila kelebihan air, tanaman ini akan membusuk. Meskipun begitu, tanaman ini sudah bisa dipanen pada usia tanam 30-35 hari.

Mentimun cocok ditanam pada musim kemarau. Tanaman ini akan merambat seiring bertambahnya panjang tanaman. Oleh karena itu, tanaman ini mensyaratkan jalur rambatan berupa tongkat bambu atau lilitan tali yang disusun seperti jaring. Bantu sulur tanaman agar menemukan tempat merambat yang tepat.

Sebelum ditanam, sangat dianjurkan untuk disemai terlebih dahulu. Pastikan kuncup terlancip benih mentimun menghadap ke bawah. Tanaman ini bisa ditanam langsung di lahan tanam. Meskipun begitu, resiko tanaman ini layu sebelum berkembang cukup besar.{}

7 Tanaman Pengusir Nyamuk

Ilustrasi: deadseagoddess.com
Ilustrasi: deadseagoddess.com

Bagi masyarakat tropis seperti Indonesia, nyamuk kerap mengganggu keseharian kita, baik ketika sedang diam, tidur, maupun beraktivitas. Memberantas nyamuk dengan zat-zat kimia bukanlah pilihan yang bijak. Selain merusak alam, penggunaan zat kimia untuk menghalau nyamuk justru membuatnya semakin kuat terhadap zat kimia tersebut.

Salah satu cara yang bisa ditempuh dengan menggunakan tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk. Dan berikut adalah tanaman-tanaman tersebut.

Serai
Serai, atau dikenal juga dengan Sereh, merupakan tanaman dari jenis rumput-rumputan yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, pengharum makanan, dan bahan kosmetik. Tumbuhan yang berkembang biak melalui umbi ini, juga biasa diolah menjadi Minyak Atsiri.

Serai sendiri memiliki kemampuan untuk mengusir nyamuk. Pasalnya, tanaman tropis ini memiliki kandungan Sitronela yang tidak disukai oleh “drakula” kecil ini. Umumnya, orang menggunakan minyak atsiri untuk kebutuhan menghalau nyamuk. Namun, tanaman serai sendiri memiliki kemampuan tersebut.

Sage
Tanaman yang dikenal sebagai Salvia ini berasal dari wilayah Mediterania. Bisa ditanam di dataran tinggi dan rendah. Bentuknya sendiri berupa tanaman semak yang tingginya sekitar 60 Sentimeter dengan daun mirip tanaman Mint. Bunganya sendiri berwarna merah jambu, ungu, merah, atau putih, tergantung varietasnya.

Sage umum dimanfaatkan daunnya sebagai bahan pelengkap dan penyedap makanan Eropa dan Amerika. Selain itu, karena bentuk bunganya yang cantik, tanaman ini juga bisa dijadikan tanaman hias di depan rumah. Di Eropa, tanaman Sage dimanfaatkan secara optimal untuk mengobati gigitan ular, meningkatkan kesuburan wanita, diuretik, anestesi lokal untuk kulit, dan lain sebagainya. Umumnya, tanaman ini disuling untuk diambil minyaknya. Sage sendiri merupakan salah satu tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk.

Lavender
Tanaman ini sudah cukup terkenal di Indonesia lantaran iklan salah satu produk losion anti nyamuk yang menggunakan ekstrak Lavender. Yups, tanaman ini memang dikenal sebagai pengusir nyamuk. Pasalnya, aroma tanaman yang berasal dari wilayah Mediterania ini tidak disukai oleh nyamuk. Lavender sendiri memiliki bunga berwarna ungu yang indah dengan aroma yang khas. Belakangan, sudah banyak orang Indonesia yang membudidayakannya di tanah air.

Mint
Mint merupakan tanaman herbal yang lezat dan serbaguna. Tumbuh bergerombol dan memiliki akar yang menancap ke tanah. Tanaman ini mudah dipelihara dan tahan hingga bertahun-tahun lamanya. Cara menanamnya pun termasuk mudah. Selain melalui biji, menanam mint juga bisa dengan cara menancapkan batangnya.

Mint sendiri banyak digunakan untuk berbagai olahan makanan dan minuman, mulai dari bumbu salad buah, campuran masakan daging atau ikan, hingga campuran untuk segelas teh atau minuman lainnya. Selain itu, tanaman ini juga biasa digunakan sebagai campuran larutan penyegar mulut.

Seperti kerabatnya Sage, Mint juga bisa digunakan untuk mengusir nyamuk. Bila terlalu malas untuk mengekstraknya, bisa juga menggunakan larutan penyegar mulut yang disemprotkan di ruangan. Hasilnya, ruangan menjadi lebih harum dan sejuk sekaligus mengusir nyamuk dan serangga lainnya.

Basil
Basil disebut sebagai “King of Herbs”. Pasalnya, tanaman ini banyak sekali digunakan sebagai bumbu masakan di seluruh dunia. Basil sendiri memiliki varian yang cukup banyak dan tersebar hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, ada dua jenis basil yang umum dikenal, yaitu Selasih yang bijinya digunakan sebagai campuran minuman dan Kemangi yang daunnya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.

Karena aromanya yang menyengat, Basil juga kerap digunakan untuk mengusir serangga, termasuk nyamuk. Meskipun begitu, tanaman asli India ini sangat disukai oleh hewan moluska, seperti siput.

Rosemary
Sama seperti tanaman pengusir nyamuk lainnya, Rosemary memiliki aroma yang harum seperti minyak kayu putih. Tanaman ini bisa ditempatkan di sudut ruangan yang kerap didatangi oleh nyamuk. Cara penggunaan lainnya adalah dengan membakar batang dan daunnya sehingga mengeluarkan uap. Uap ini bisa mengakibatkan nyamuk pusing dan akhirnya mati.

Rosemary sendiri masih termasuk kerabat dekat mint. Tanaman ini biasanya digunakan untuk membumbui daging kambing, babi, dan ayam. Berasal dari daerah Mediterania dan Asia dengan iklim yang dingin dan kering. Bisa tumbuh hingga ketinggian 1,5 meter, bahkan 2 meter.

Catnip
Tanaman yang berasal dari Eropa dan sebagian Asia ini dikenal sebagai “ganja” bagi kucing. Pasalnya, kucing menyukai aromanya dan membuatnya riang, lincah, dan tenang. Hal ini disebabkan kandungan nepetalactone pada batang dan daunnya. Meskipun begitu, kandungan zat tersebut pada Catnip berguna untuk mengusir tikus dan nyamuk serta banyak serangga lainnya, termasuk kecoa. Namun, hal yang perlu diwaspadai, sebagian serangga dan semut mengandung nepetalactone, sehingga Catnip justru melindungi mereka dari serangga lainnya.

Bagi manusia, Catnip umumnya dijadikan teh. Tanaman ini juga bisa digunakan sebagai bahan olahan makanan. Memiliki dampak relaksasi bila dihisap seperti rokok.

Catnip sendiri masih berkerabat dengan mint. Tinggi dan lebarnya bisa mencapai 50-100 Sentimeter. Umumnya digunakan sebagai tanaman hiasan di kebun. Selain itu, Catnip juga menarik kucing dan kupu-kupu untuk datang. Tumbuhan ini juga termasuk tahan terhadap iklim yang kering.{}

Diolah dari Berbagai Sumber.