Menanam Tomat Secara Terbalik

Tomat termasuk tanaman buah yang mudah dikembangkan di rumah. Selain itu, tanaman ini cocok untuk pekebun kota yang memiliki lahan terbatas. Salah satu caranya dengan menanamnya secara terbalik di pot gantung. Berikut caranya yang disadur dari Wikihow.com:

  1. Tanam dan pelihara tomat terlebih dahulu di sebuah pot berdiameter 15 sentimeter. Tunggu hingga tingginya mencapai 20 sentimeter. Ambil secara perlahan dan hati-hati sampai ke akarnya.
  2. Sementara itu, siapkan botol air mineral atau soda ukuran besar dan potong bagian belakangnya. Lepas pula tutup botolnya. Kemudian, sediakan tali sepanjang 20-30 meter dan ikat dengan kuat di kedua sisi bagian belakang botol yang sudah dipotong. Untuk keseimbangan yang lebih baik, sebaiknya ikat tali pengikat di ketiga sisi bagian belakang botol.
  3. Sediakan kait di bagian rumah yang akan digantungi pot gantung. Disarankan untuk menaruh pot di bagian yang terpapar matahari pagi.
  4. Ambil tanaman tomat, kemudian masukan melalui mulut botol secara hati-hati. Kemudian, dari sisi belakang, masukan tanah subur dan kompos ke dalam botol. Agar tanah tidak keluar dari mulut botol, disarankan untuk menempatkan penyumbat di sela-sela batang tanaman tomat di mulut botol.
  5. Sirami pot secara rutin dua kali sehari. Siram melalui bagian atas secara perlahan menggunakan penyiram. Berikan air secukupnya secara hati-hati agar tanah dan air tidak keluar melalui mulut botol di bagian bawah. Bila air terlalu banyak dan keluar dari mulut botol, hal ini berpotensi menggerus tanah yang ada di dalam pot.
  6. Rawat tanaman hingga tumbuh besar dan berbuah. Tomat bisa dipanen bila buahnya berwarna merah.
Iklan

Budidaya Mentimun, Si Labu yang Rasanya Tawar

Sumber foto: alfatah.net
Sumber foto: alfatah.net

Musim kemarau di Indonesia sudah tiba. Salah satu tanaman yang cocokย ditanam pada musim ini adalah Mentimun.ย Tanaman ini termasuk keluarga labu-labuan seperti semangka dan melon. Tumbuhnya merambat dengan buah yang memiliki kandungan air yang banyak. Meskipun sekeluarga dengan semangka dan melon, tetapi rasanya cenderung netral dan tawar. Sehingga bisa dikonsumsi lebih luas dibandingkan jenis labu-labuan lainnya.

Di Mana Menanamnya?
Mentimun tumbuh di berbagai daerah dengan beragam tingkat ketinggian dan suhu. Adpaun ketinggian idealnya adalah 1.000-1.200 meter di atas permukaan laut. Sedangkan suhunya berkisar 21-27 derajat Celcius. Agar tumbuh dengan baik, tanaman ini harus senantiasa mendapatkan sinar matahari, khususnya pada pagi hari. Meskipun cocok ditanam pada musim kemarau, tetapi media tanamnya harus senantiasa dalam keadaan lembab.

Apa Media Tanamnya?
Tanaman ini mensyaratkan tanah yang memiliki unsur hara berlimpah. Oleh karena itu, tanah harus digemburkan terlebih dahulu. Alangkah baiknya bila tanah diberi asupan berupa kompos atau pupuk kandang. Hal ini untuk memastikan unsur hara tanah cukup untuk asupan mentimun. Sedangkan tekstur tanah yang disarankan berkadar liat rendah dengan PH 6-7.

Agar unsur hara tanah cukup, disarankan untuk menggemburkan tanah sedalam 20-30 Sentimeter. Setelah itu, tanah diberi pupuk kandang berupa kotoran ayam dicampur dengan kotoran kambing atau sapi dengan perbandingan 1:1. Adapun cara pemberian pupuk dengan ditebar kemudian diaduk dengan tanah atau diletakkan di lubang tanam sebanyak 0,5 Kilogram. Biarkan lahan selama 1-2 pekan sebelum ditanami.

Kapan Ditanamnya?
Idealnya, mentimun ditanam pada akhir musim hujan menjelang musim kemarau. Pasalnya, musim tersebut merupakan waktu yang paling cocok untuk menanam mentimun.

Bagaimana Menanamnya?
Mentimun dibudidayakan melalui biji. Tanaman ini bisa ditanam di lahan terbuka atau pun pot. Disarankan untuk menyemainya terlebih dahulu, sebelum ditanam di lahan terbuka atau pot. Hal ini mengurangi resiko tanaman muda mati karena kondisi ekstrim. Meskipun begitu, benih mentimun bisa langsung ditanam di lahan terbuka atau pun pot. Caranya, masukan 2-3 benih mentimun ke dalam lubang sedalam 5 Cm. Kemudian tutup lubang dengan tanah halus.

Bila benih ditanam di lahan terbuka, jarak antar lubang minimal 50 Cm. Sedangkan pada pot dengan ukuran minimal 30 Cm, dianjurkan untuk membuat hanya satu lubang tanam. Untuk mendapatkan buah yang baik, pasanglah turus yang terbuat dari bambu. Pasang empat turus bambu untuk setiap lubang tanamnya, lalu ikatkan pada ujung atasnya. Bantu tanaman untuk melilit pada bambu tersebut.

Satu hal yang harus diperhatikan bahwa tanaman ini membutuhkan perawatan ekstra. Pasalnya, mentimun rentan terhadap hama dan cuaca. Oleh karena itu, buanglah daun-daun yang kering atau terkena hama secara rutin. Bersihkan juga gulma di sekitar tanaman.

Bagaimana Menyiramnya?
Penyiraman dilakukan secara rutin dan konsisten sejak hari pertama. Namun, penyiraman harus dilakukan secara hati-hati. Jangan sampai tanah terlihat lembab karena bisa berakibat buruk bagi tanaman. Cukup siram tanaman hingga tanahnya terlihat basah.

Bagaimana Memupukinya?
Pupuk organik diberikan pada tahap pengolahan tanah. Ulangi pemberian pupuk organik selang 2-3 pekan. Hal ini membantu menjaga unsur hara tanah, sehingga mampu memberikan asupan yang cukup bagi tanaman.

Kapan Dipanen?
Mentimun siap dipanen pada umur 30-35 hari dari waktu tanam. Panen bisa dilakukan setiap hari secara bertahap dengan mengambil buah-buah yang telah siap panen. Agar buah terjaga kesegarannya, simpanlah di tempat yang sejuk dengan kemasan yang baik.

Diolah dari berbagai sumber.