Blog

Tiga Sampah Dapur yang Membantu Meningkatkan Kesuburan Tanah

Courtesy by farmhouse38.wordpress.com

Berkebun memerlukan tanah yang subur. Bagaimana pun, tanah yang subur bisa memperbanyak hasil panen serta memperbesar ukuran sayuran dan buah-buahan di kebun kita. Untuk menghasilkan tanah yang subur, Anda bisa memanfaatkan sampah dapur di rumah.

Setidaknya, ada tiga sampah dapur yang mampu meningkatkan kesuburan tanah di kebun di rumah kita. Ketiga sampah tersebut adalah: kulit telur, ampas kopi, dan kulit pisang.

  1. Kulit Telur
    • Bilas kulit telur kemudian biarkan mengering selama beberapa hari. Agar kulit telur mengering dengan baik, sebaiknya tempatkan di kusen jendela yang terkena matahari langsung. Bagaimana pun, kulit telur yang kering mempermudah kita untuk meremukkannya. Hal ini akan membantu tanah menguraikan kulit telur lebih baik lagi.
    • Setelah kering, hancurkan kulit telur hingga remuk dengan ukuran sekecil mungkin. Caranya, bisa menggunakan penggiling kopi atau mesin blender. Kemudian, masukkan kulit telur ke lubang tanam atau tebarkan kulit telur di sekitar tanaman. Kulit telur yang remuk sendiri meningkatkan kemampuan drainase tanah.
    • Kulit telur sendiri meningkatkan kandungan kalsium tanah. Kalisum sendiri baik untuk pertumbuhan tanaman serta mencegah matinya akar pada tomat dan labu-labuan.
    • Kulit telur juga efektif untuk mengusir hama tanaman dari kalangan hewan moluska, seperti: siput dan bekicot. Caranya, sebarkan kulit telur di sekitar tanaman untuk mengusir hama tanaman. Karena, hewan-hewan ini akan kesakitan begitu terkena kulit telur, sama seperti manusia tanpa alas kaki yang menginjak pecahan kaca.
  2. Ampas Kopi
    • Ampas kopi berfungsi sebagai pupuk umum, menambah unsur organik, meningkatkan drainase, menyimpan air, dan meningkatkan ventilasi udara bagi tanah. Seiring dengan proses pembusukkan, ampas kopi juga menambahkan kandungan nitrogen dalam tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman.
    • Cacing sangat menyukai ampas kopi. Keberadaan ampas kopi kerap mengundang cacing untuk datang dan membuat lubang-lubang di tanah. Lebih lanjut mengenai keuntungan cacing bagi tanah dan tanaman, bisa lihat di TAUTAN INI.
    • Cara menggunakan ampas kopi cukup mudah. Pekebun tinggal memasukkan ke dalam tanah secara langsung, tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Selain itu, bisa juga ditaburkan di permukaan tanah di sekeliling tanaman, seperti menaburkan pupuk atau mulsa.
    • Dalam kadar yang pekat dan jumlah yang cukup banyak, ampas kopi bisa merubah tingkat keasaman tanah. Hal ini cocok untuk tanaman yang menyenangi tanah asam, seperti: Bunga Kembang Sepatu, Oak, dan Huckleberry.
    • Bila ampas kopi tampak mulai bulukan, hal ini berarti alam mulai mengurai ampas kopi. Tidak perlu khawatir dengan keadaan ini. Hal ini merupakan pertanda baik bahwa ampas kopi mulai menjalankan fungsinya untuk menyuburkan tanah.
  3. Kulit Pisang
    • Kulit pisang bisa langsung ditebarkan atau dimasukkan ke dalam tanah. Agar kulit pisang terurai lebih cepat, sebaiknya potong menjadi bagian yang cukup kecil. Hal ini mempermudah mikro-organisme untuk melakukan tugasnya.
    • Kulit pisang meningkatkan kemampuan drainase tanah. Kulit pisang juga sangat disukai oleh cacing, sehingga mengundang mereka untuk menyebarkan nutrisi yang baik bagi tanah.
    • Kulit pisang baik untuk pertumbuhan tanaman dan pembentukkan buah. Pasalnya, kulit pisang mengandung nutrisi yang ampuh untuk tanaman, seperti: kalsium, magnesium, sulfur, fosfat, potasium, dan sodium.***

Disadur ulang dari wholefoodhome.com

Iklan

Souvenir Nikah Benih Tanaman

Suvenir Nikah Go Green Benih Tanaman

Suvenir Nikah Benih Tanaman

Unik – Edukatif – Go Green

Dengan suvenir ini kamu telah turut membantu kampanye Go Green berkebun di rumah.

Dalam tiap kemasan ada benih dan petunjuk menanam.

Tersedia aneka pilihan benih tanaman.

Free/Subsidi Ongkir untuk pemesanan minimal 500 scht.

Pemesanan: WA 085722664373

 

web: Kebunmadani.com

Fb : Kebun Madani

IG : @kebunmadani

Enam Manfaat Cacing Bagi Tanah

Ilustrasi. (Foto: uclan.ac.uk)

Seringkali kita melihat hewan yang satu ini dengan tatapan sinis dan menjijikan. Cara bergeraknya yang melata dan tempat tinggalnya di dalam tanah membuat hewan ini tidak disukai sebagian orang. Namun, siapa sangka dibalik penampilannya yang kurang menarik itu, hewan ini justru banyak berkontribusi dalam kesuburan tanah.

Hewan itu adalah cacing tanah yang kerap membantu menyuburkan tanah kebun kita, sehingga mampu menumbuhkan banyak sayuran segar dan buah-buahan yang besar. Hewan ini juga memiliki kemampuan reproduksi yang sangat cepat, yaitu: 96 cacing baru setiap enam bulan. Lalu, apa saja manfaat cacing bagi kebun kita? Ini dia paparannya.

  1. Cacing menghasilkan kompos berlendir yang kaya akan nutrisi bagi tanah. Kompos ini berasal dari bahan-bahan organik dan tanah yang dimakan oleh cacing, seperti: daun kering, potongan rumput, kompos akar, dan kotoran hewan. Setiap harinya, cacing bisa mengkonsumsi bahan-bahan organik dan tanah hingga seberat tubuhnya.
  2. Cacing membantu meningkatkan mineral-mineral kunci untuk tanaman bisa tumbuh dengan baik. Kompos lendir cacing sendiri kaya akan nitrogen, fosfor, dan potasium. Selain itu, kompos jenis ini juga membantu tanah untuk mengikat zat kalsium, zat besi, dan zal sulfur. Ketika mati, tubuh cacing yang sudah terurai pun menjadi bahan organik yang kaya akan nitrogen.
  3. Cacing tanah membantu terbentuknya humus pada tanah. Humus sendiri merupakan tanah berwarna coklat gelap hingga hitam. Humus membantu menyimpan nutrisi penting bagi tanaman untuk tumbuh dengan baik.
  4. Cacing membantu membangun struktur tanah yang baik bagi tanaman. Hewan ini membuat lubang di dalam tanah hingga mencapai akar tanaman. Bagi tanaman, lubang-lubang ini membantu akar untuk mendapatkan udara dan air yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dengan baik.
  5. Bila tanah keras karena terdapat lapisan tanah liat, cacing tanah membantu untuk menguraikannya. Lapisan keras tanah liat sendiri tebalnya bisa mencapai beberapa meter dari permukaan tanah. Akar tanaman sendiri tidak mampu untuk menembus tanah jenis ini. Cacing tanah sendiri membantu membangun lubang di lapisan ini hingga mencapai kedalaman dua meter. Upaya ini membantu akar tanaman untuk menembus permukaan tanah dan menopang tumbuhnya tanaman di atasnya.
  6. Cacing tanah membantu menghilangkan puing-puing di permukaan tanah. Hewan ini juga membantu mengenyahkan spora jamur di kebun kita. Dengan kata lain, cacing tanah membantu menghilangkan bahan organik yang mengganggu kesuburan tanah.

Lima Langkah Mudah untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah

Ilustrasi. (Foto: rodalesorganiclife.com)

Kesuburan tanah merupakan syarat utama untuk menanam. Seiring waktu, seringkali kesuburan tanah di kebun rumah berkurang akibat tingginya aktivitas bertanam dan minimnya asupan nutrisi untuk tanah. Bila hal tersebut terjadi, pertumbuhan tanaman pun terhambat.

Lalu, bagaimana cara untuk memperbaiki kesuburan tanah kebun di rumah kita? Berikut lima langkah mudah untuk meningkatkan kesuburan tanah.

  1. Kompos
    Kompos menambah nutrisi bagi tanaman sekaligus memperkaya bahan organik kepada tanah. Selain itu, kompos juga berfungsi berfungsi menyimpan air, sehingga turut membantu kelembaban tanah. Kompos merupakan cara yang cukup jitu dan mudah untuk meningkatkan kesuburan tanah. Untuk membuatnya, pekebun hanya perlu melihat sisa makanan di dapur atau daun kering di kebun sebagai bahan kompos.
  2. Pupuk Kandang
    Sama seperti kompos, pupuk kandang juga membantu menyuburkan tanah. Bahan ini menyediakan nutrisi dan bahan organik bagi tanah serta bakteri yang membantu kesuburan tanah. Pupuk kandang sendiri merupakan kotoran hewan ternak yang telah dikeringkan. Hindari untuk memberikan kotoran hewan yang baru keluar. Hal ini berpotensi membuat tanaman menjadi kering dan layu kemudian mati. Adapun hewan yang kotorannya baik bagi kesuburan tanah adalah sebagai berikut:

    • Kotoran Ayam. Memiliki kadar nitrogen yang tinggi. Kotoran ayam sendiri berpotensi mematikan tanaman bila langsung digunakan. Sebaiknya dikomposkan terlebih dahulu sampai matang sebelum digunakan.
    • Kotoran Kuda. Kotoran jenis ini kemungkinan besar mengandung benih gulma. Oleh karena itu, sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu untuk mematikan benih-benih gulma di dalamnya.
    • Kotoran Sapi. Kotoran hewan ini memiliki kadar nitrogen yang lebih rendah. Selain itu, kotoran sapi juga mengandung lebih sedikit benih gulma dibandingkan kotoran kuda. Pupuk kandang dari kotoran sapi cocok digunakan untuk beragam tanaman.
    • Kotoran Kambing. Kotoran ini sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu untuk mengurangi aromanya yang cukup menyengat. Sama seperti kotoran sapi, kotoran kambing juga cocok digunakan untuk beragam tanaman. Selain itu, butiran kering kotoran kambing lebih mudah diaplikasikan.
    • Kotoran Kelinci. Kotoran hewan lucu ini bisa langsung diaplikasikan secara langsung, tanpa khawatir tanaman akan menjadi layu. Caranya, tinggal ambil butiran-butiran kotoran kelinci kemudian menaburkannya di tanah. Secara perlahan, kotoran ini akan hancur dan melepaskan kandungan nutrisiny untuk tanah.
  3. Mulsa
    Mulsa merupakan bagian tumbuhan yang sudah kering, seperti: daun, sekam, serpihan kayu, serbuk gergaji, dan jerami. Mulsa sendiri tidak hanya mempertahankan kelembaban tanah, tetapi juga menambah bahan organik untuk tanah. Selain itu, Mulsa juga mengundang cacing untuk datang dan menyuburkan tanah.
  4. Tanaman Penutup
    Tanaman penutup merupakan cara yang fantastik untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan usaha yang minimal. Selain menyediakan nutrisi bagi tanah, tanaman penutup juga memperbaiki sirkulasi air dan udara di tanah, mematikan tanaman yang tidak diinginkan, dan menarik organisme yang bermanfaat bagi tanah. Meskipun demikian, pekebun harus menunggu untuk menanam sampai musim selanjutnya dan kesuburan tanah mulai membaik.
  5. Cacing
    Menaruh cacing di tanah merupakan cara alami untuk meningkatkan kesuburan tanah. Ada beberapa cara agar cara ini berhasil, yaitu:

    • Masukan mereka ke tumpukan kompos membantu untuk mempercepat pembusukan bahan organik dan meningkatkan nutrisi kompos.
    • Memelihara cacing di kompos terpisah membuat pekebun memiliki kompos berlendir cacing. Kompos jenis ini membantu mempercepat nutrisi untuk tanah.
    • Memasukkan cacing secara langsung ke tanah kebun. Berikan juga kompos dan mulsa, sehingga cacing akan meningkatkan sirkulasi udara tanah dan menaruh kompos berlendir cacing secara langsung.

Menanam Tomat Secara Terbalik

Tomat termasuk tanaman buah yang mudah dikembangkan di rumah. Selain itu, tanaman ini cocok untuk pekebun kota yang memiliki lahan terbatas. Salah satu caranya dengan menanamnya secara terbalik di pot gantung. Berikut caranya yang disadur dari Wikihow.com:

  1. Tanam dan pelihara tomat terlebih dahulu di sebuah pot berdiameter 15 sentimeter. Tunggu hingga tingginya mencapai 20 sentimeter. Ambil secara perlahan dan hati-hati sampai ke akarnya.
  2. Sementara itu, siapkan botol air mineral atau soda ukuran besar dan potong bagian belakangnya. Lepas pula tutup botolnya. Kemudian, sediakan tali sepanjang 20-30 meter dan ikat dengan kuat di kedua sisi bagian belakang botol yang sudah dipotong. Untuk keseimbangan yang lebih baik, sebaiknya ikat tali pengikat di ketiga sisi bagian belakang botol.
  3. Sediakan kait di bagian rumah yang akan digantungi pot gantung. Disarankan untuk menaruh pot di bagian yang terpapar matahari pagi.
  4. Ambil tanaman tomat, kemudian masukan melalui mulut botol secara hati-hati. Kemudian, dari sisi belakang, masukan tanah subur dan kompos ke dalam botol. Agar tanah tidak keluar dari mulut botol, disarankan untuk menempatkan penyumbat di sela-sela batang tanaman tomat di mulut botol.
  5. Sirami pot secara rutin dua kali sehari. Siram melalui bagian atas secara perlahan menggunakan penyiram. Berikan air secukupnya secara hati-hati agar tanah dan air tidak keluar melalui mulut botol di bagian bawah. Bila air terlalu banyak dan keluar dari mulut botol, hal ini berpotensi menggerus tanah yang ada di dalam pot.
  6. Rawat tanaman hingga tumbuh besar dan berbuah. Tomat bisa dipanen bila buahnya berwarna merah.

10 Trik Bertanam Tomat bagi Pemula

Ilustrasi. (Foto: flavoritetomatoes.com.au)

Buah yang manis dan merah tentunya akan menggoda setiap orang untuk bertanam dan memanen tomat di rumahnya. Meskipun terbilang mudah, tetapi menanam tomat butuh kejelian dan ketekunan. Bila tidak, buah tomat tidak akan semanis dan senikmat yang kita bayangkan.

Berikut ini merupakan 10 trik untuk siapa saja yang ingin memanen tomat yang manis dan besar di rumahnya, termasuk para pemula. Bila menemui kendala, Kebun Madani siap untuk bertukar pikiran. Dan jangan lupa foto buah tomat di rumah Anda bila sudah berbuah kelak, kemudian unggah fotonya di media sosial.

  1. Tanam lebih dalam
    Tanamlah tanaman tomat sedalam yang Anda bisa. Usahakan, daun terbawah tidak mengenai permukaan tanah. Dengan menanam lebih dalam, batang tanaman tomat akan lebih banyak bersentuhan dengan tanah dan memproduksi lebih banyak akar.
    Akar yang banyak dan baik akan membantu meningkatkan kelembaban tanaman. Pasalnya, akar yang sehat dan banyak membantu menyerap lebih banyak air. Selain itu, sistem perakaran yang besar membantu tanaman untuk “mencengkeram” tanah lebih kuat. Hal ini mencegah tanaman rebah karena terlalu tinggi atau rusak akibat angin yang terlalu kencang.
  2. Tambahkan kulit telur untuk menambah kalsium
    Ketika menanam tanaman tomat, sebaiknya tambahkan cangkang telur di sekitar akar. Kulit telur sendiri mengandung banyak kalsium. Pada tanaman seperti tomat, kalsium mencegah pembusukan akar yang terjadi karena rendahnya tingkat kalsium pada tanaman. Selain itu, kalsium juga mempercepat tumbuhnya tanaman dan memperkuat batang tanaman.
  3. Petik daun terbawah dan daun ketiak
    Hilangkan daun terbawah dan daun ketiak tanaman tomat. Hal ini membantu tanaman tomat agar memfokuskan energinya untuk tumbuh ke atas dan membesarkan buah.
    Daun paling bawah sendiri umumnya tidak terpapar cukup oleh sinar matahari karena terhalang oleh bagian tanaman di atasnya. Hal ini membuatnya tidak mampu menghasilkan zat makanan dengan baik, sehingga menguras energi tanaman.
    Ketika tanaman setinggi 70 sentimeter, sebaiknya hilangkan semua daun dari tengah tanaman hingga ke bawah. Hal ini berfungsi untuk mencegah penyakit yang terjadi akibat persentuhan daun dan tanah.
    Adapun daun ketiak merupakan daun yang tumbuh di sela-sela antara batang utama dan cabang. Pada tanaman setinggi satu meter lebih, daun ketiak harus dicabut ketika mulai tumbuh. Pasalnya, daun ini tidak akan menghasilkan buah. Selain itu, bila daun ketiak tumbuh besar, berpotensi menghalau sinar matahari ke cabang di bawahnya. Hal ini akan menghambat laju fotosintesis yang berakibat pada menurunnya produksi dan kualitas buah.
  4. Cukupi kebutuhan airnya
    Tanaman tomat membutuhkan air yang cukup, tidak lebih dan tidak juga kurang. Air yang berlebihan akan membuat tanaman ini membusuk. Sedangkan kekurangan air membuat permukaan buah tomat pecah-pecah, atau bahkan tanaman layu dan mati.
    Penyiraman sendiri dilakukan dengan membasahi bagian bawah tanaman terlebih dahulu. Teknik ini mencegah air menciprati bagian tanaman lainnya yang berpotensi menyebarkan penyakit. Kemudian siram bagian tanaman lainnya secara perlahan untuk menghindari genangan air di permukaan tanah. Pastikan air menyerap dengan baik ke tanah dan sampai ke akar. Hal ini juga membantu menjaga kelembaban tanah, sehingga tanaman tomat tidak “kehausan”.
    Setelah menyiram, gunakan sekop untuk menggali tanah di sekitar tanaman dan memeriksa tingkat penyerapan tanah. Idealnya, air membasahi tanah hingga kedalaman 15 – 20 sentimeter. Bila tanah tidak cukup basah, siram kembali tanah di sekitar tanaman. Periksa kembali titik lainnya untuk mengukur tingkat penyerapan air. Lakukan hal ini secara reguler sepekan sekali untuk mengukur kebutuhan air tanaman, sehingga Anda bisa memberikan cukup air bagi tanaman.
  5. Tomat butuh sinar matahari berlimpah
    Tempatkan tanaman tomat di tempat yang terpapar sinar matahari, khususnya sinar matahari pagi. Pasalnya, tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari untuk berfotosintesis dan memproduksi makanan. Hal ini akan membuat tanaman tomat tumbuh sehat dengan rasa buah yang lebih baik.
    Untuk memaksimalkan paparan sinar matahari, atur juga jarak penanaman. Jarak ideal antar tanaman tomat sekitar 50-100 sentimeter.
  6. Berikan mulsa
    Berikan mulsa di sekitar tanaman. Mulsa sendiri merupakan bagian tumbuhan yang sudah kering, seperti: daun, sekam, serpihan kayu, serbuk gergaji, dan jerami. Mulsa membantu mempertahankan kelembaban dan kehangatan media tanam di sekitar tanaman serta mendorong sistem perakaran yang sehat. Selain itu, mulsa juga membantu membunuh gulma dan rumput liar di sekitar tanaman serta menekan hadirnya penyakit dari tanah.
  7. Berikan penyangga
    Tanaman bisa tumbuh hingga lebih dari dua meter. Bila ketinggiannya mencapai lebih dari satu meter, tanaman ini berpotensi rebah. Untuk menghindari hal ini, berikan penyangga berupa bambu pada tomat sejak setinggi 50 sentimeter. Akan lebih baik lagi bila melilitkan tali di sekujur batang utama tomat untuk menyangganya tumbuh tinggi. Dalam hal ini, pekebun harus membantu melilitkan tali ke batang utama tomat. Tali sendiri dipasang secara vertikal, sejajar dengan arah tumbuhnya tomat.
  8. Hindari hama berupa siput dan ayam
    Salah satu satwa yang mengganggu pertumbuhan tomat adalah ayam dan siput. Ayam sendiri kerap mencari cacing di sekitar tanaman tomat dengan cara menggali menggunakan cakarnya. Hal ini berpotensi merusak tanaman tomat. Bagi para pemelihara ayam, sebaiknya jauhkan ayam Anda dari tanaman tomat.
    Adapun untuk menghindari siput, taburkan ampas kopi di sekitar tanaman dan jalur yang biasa dilalui siput. Aroma menyengat dan khas kopi sangat tidak disukai oleh hewan yang satu ini. Selain itu, kopi juga membantu menyuburkan tanah di sekitar tanaman. Baca lebih seksama di artikel Tiga Manfaat Kopi bagi Tanaman.
  9. Tanaman pembantu
    Beberapa tanaman bisa membantu meningkatkan produktivitas tomat. Salah satunya adalah bawang putih. Tanaman ini membantu meningkatkan rasa buah tomat menjadi lebih baik. Selain itu, bawang putih juga mencegah tumbuhnya jamur dan meningkatkan kualitas keseluruhan tanaman tomat.
    Caranya pun cukup mudah. Tinggal tanam bawang putih di dekat tanaman tomat. Cara lainnya, siram saripati bawang putih di sekitar tanaman atau campurkan dengan media tanam. Saripati ini sendiri terbuat dari campuran air dan bawang putih yang telah dihaluskan.
  10. Tanam secara bergilir
    Seperti tanaman kebun lainnya, area menanam tomat pun harus digilir setiap beberapa tahun sekali. Tanaman tomat sendiri tumbuh baik di titik yang sama sampai tiga tahun lamanya. Selebihnya, kesuburan lahan akan berkurang, dan berpotensi mengurangi produktivitas tanaman tomat.
    Bila Anda memiliki lahan yang luas, tanam secara bergilir tanaman tomat setiap tahun. Bila lahan terbatas, tidak masalah bila menggilir tanaman tomat setiap tiga tahun sekali.

Diolah dari berbagai sumber.

Tiga Manfaat Ampas Kopi Bagi Tanaman

Ilustrasi. (Foto: newenglandcoffee.com)

Ternyata, kopi tidak hanya disukai oleh manusia semata. Tanaman dan hewan pun suka kopi. Lebih dari itu. Bagi tanaman, ampas kopi mampu meningkatkan daya dukung untuk tumbuh dan berkembang. Sebuah penelitian menyatakan bahwa tingkat keasaman pada biji kopi sangat baik untuk beberapa tanaman yang membutuhkan asam, seperti tomat dan alpukat serta beberapa jenis tanaman buah lainnya.

Biji kopi sendiri mengandung banyak zat kalsium, gula, tembaga, magnesium, karbohidrat, dan beberapa vitamin lainnya. Selain itu, biji kopi juga mengandung nitrogen, kalium, dan fosfor. Ketiga zat tersebut cukup esensial untuk menyuburkan tanaman.

Bagi tanaman, nitrogen sendiri berfungsi untuk merubah matahari menjadi energi. Adapun fosfor membantu energi untuk masuk ke tanaman melalui akar dan sel. Sedangkan kalium membantu menjaga kelembaban tanaman melalui fotosintesis.

Selain tanaman, cacing pun menyukai kopi. Ampas kopi yang ditaburkan di tanah akan dimakan oleh cacing. Kemudian, cacing-cacing ini akan memproduksi nutrisi yang baik untuk tanaman.

Meskipun demikian, tidak semua tanaman menyukai kopi. Ada beberapa tanaman di kebun yang sangat tidak menyukai kopi. Tanaman tersebut, antara lain: lidah buaya, lobak, lavender, lada, dan kangkung.

Secara spesifik, berikut ini manfaat ampas kopi bagi tanaman:

  • Pupuk
    Ampas kopi bisa dijadikan pupuk bagi tanaman. Caranya pun mudah. Tinggal taburkan ampas kopi di tanah di sekitar tanaman. Hal ini akan membantu tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih baik.
  • Mengendalikan Hama
    Manfaat ampas kopi lainnya adalah mengendalikan hama tanaman. Caranya, campurkan ampas kopi dengan air panas. Biarkan campuran ampas kopi tersebut dingin. Kemudian, siram cairan ampas kopi ke tanaman untuk menghilangkan hama. Lakukan hal ini secara rutin, sepekan sekali atau sebulan sekali.
  • Menangkis Semut, Siput, dan Serangga
    Selain hama, satwa lainnya yang kerap mengganggu tanaman adalah semut, siput, dan serangga. Dalam hal ini, ampas kopi bisa digunakan untuk menangkis satwa-satwa tersebut. Caranya, taburkan ampas kopi secara acak di jalur yang kerap dilalui oleh semut dan siput. Aroma kuat kopi akan membuat mereka menjauh dan kapok untuk merusak tanaman dan bunga di kebun.

Disarikan dari Urbanorganicgardener.com

Perkenalkan, Kebun Madani…

background website.009

Terhitung mulai 17 Agustus 2016, kami resmi mengusung Kebun Madani sebagai identitas baru layanan kami. Perubahan ini terkait penajaman visi-misi dan perubahan pengelola. Harapannya, perubahan ini mampu memberikan pelayanan yang lebih baik lagi serta menawarkan pengalaman yang lebih mengesankan bagi para pekebun kota.

“Madani” sendiri berarti “Berhubungan dengan Perkotaan”. Makna lainnya dari “Madani” adalah “beradab” atau “peradaban yang baik dan luhur”. Kebun Madani sendiri bisa berarti “Kebun di perkotaan”, atau juga “Kebun peradaban yang baik dan luhur”. Harapannya, berkebun bisa mewujudkan masyarakat yang memiliki kearifan terhadap alam dan lingkungan sekitarnya, sehingga mampu mendorong terwujudnya peradaban yang baik dan luhur.

Kebun Madani sendiri memiliki komitmen untuk membangun budaya berkebun masyarakat perkotaan di Indonesia. Komitmen ini diharapkan mampu membantu mengembalikan identitas dan kearifan masyarakat Indonesia yang dikenal dekat dengan alam pada era tradisional.

Harapan lainnya, kami mampu berkontribusi dalam membangun budaya produktif menanam, memelihara, dan memanen tanaman di kalangan masyarakat perkotaan. Secara tidak langsung, budaya ini diharapkan mampu membangun sikap ketahanan pangan masyarakat kota di Indonesia.

Sebelumnya, Kebun Madani bernama “Kebun Morris” yang didirikan oleh dua orang penghobi berkebun asal Bandung pada 3 September 2013. Kami mengawali layanan ini dengan menyediakan benih kemasan skala rumah tangga. “Morris” sendiri diambil dari nama kucing peliharaan salah seorang pendirinya. Seperti halnya kucing yang merupakan salah satu sahabat setia manusia, Kebun Morris pun berharap mampu menjadi sahabat yang baik dan setia bagi para pekebun perkotaan.

Menginjak 2016,  kami mulai melakukan penajaman visi-misi dan penguatan jajaran pengelola. Proses ini juga membawa kami untuk memulai nama baru dengan identitas yang lebih kuat dalam hal berkebun di kota. Dorongan ini kemudian melahirkan nama “Kebun Madani” sebagai identitas baru kami.

Akhir kata, mohon doa dari para sahabat pekebun kota semua agar kami mampu membangun layanan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Lebih dari itu, doakan kami agar mampu menjadi sahabat terbaik dan setia untuk para pekebun kota.