10 Trik Bertanam Tomat bagi Pemula

Ilustrasi. (Foto: flavoritetomatoes.com.au)

Buah yang manis dan merah tentunya akan menggoda setiap orang untuk bertanam dan memanen tomat di rumahnya. Meskipun terbilang mudah, tetapi menanam tomat butuh kejelian dan ketekunan. Bila tidak, buah tomat tidak akan semanis dan senikmat yang kita bayangkan.

Berikut ini merupakan 10 trik untuk siapa saja yang ingin memanen tomat yang manis dan besar di rumahnya, termasuk para pemula. Bila menemui kendala, Kebun Madani siap untuk bertukar pikiran. Dan jangan lupa foto buah tomat di rumah Anda bila sudah berbuah kelak, kemudian unggah fotonya di media sosial.

  1. Tanam lebih dalam
    Tanamlah tanaman tomat sedalam yang Anda bisa. Usahakan, daun terbawah tidak mengenai permukaan tanah. Dengan menanam lebih dalam, batang tanaman tomat akan lebih banyak bersentuhan dengan tanah dan memproduksi lebih banyak akar.
    Akar yang banyak dan baik akan membantu meningkatkan kelembaban tanaman. Pasalnya, akar yang sehat dan banyak membantu menyerap lebih banyak air. Selain itu, sistem perakaran yang besar membantu tanaman untuk “mencengkeram” tanah lebih kuat. Hal ini mencegah tanaman rebah karena terlalu tinggi atau rusak akibat angin yang terlalu kencang.
  2. Tambahkan kulit telur untuk menambah kalsium
    Ketika menanam tanaman tomat, sebaiknya tambahkan cangkang telur di sekitar akar. Kulit telur sendiri mengandung banyak kalsium. Pada tanaman seperti tomat, kalsium mencegah pembusukan akar yang terjadi karena rendahnya tingkat kalsium pada tanaman. Selain itu, kalsium juga mempercepat tumbuhnya tanaman dan memperkuat batang tanaman.
  3. Petik daun terbawah dan daun ketiak
    Hilangkan daun terbawah dan daun ketiak tanaman tomat. Hal ini membantu tanaman tomat agar memfokuskan energinya untuk tumbuh ke atas dan membesarkan buah.
    Daun paling bawah sendiri umumnya tidak terpapar cukup oleh sinar matahari karena terhalang oleh bagian tanaman di atasnya. Hal ini membuatnya tidak mampu menghasilkan zat makanan dengan baik, sehingga menguras energi tanaman.
    Ketika tanaman setinggi 70 sentimeter, sebaiknya hilangkan semua daun dari tengah tanaman hingga ke bawah. Hal ini berfungsi untuk mencegah penyakit yang terjadi akibat persentuhan daun dan tanah.
    Adapun daun ketiak merupakan daun yang tumbuh di sela-sela antara batang utama dan cabang. Pada tanaman setinggi satu meter lebih, daun ketiak harus dicabut ketika mulai tumbuh. Pasalnya, daun ini tidak akan menghasilkan buah. Selain itu, bila daun ketiak tumbuh besar, berpotensi menghalau sinar matahari ke cabang di bawahnya. Hal ini akan menghambat laju fotosintesis yang berakibat pada menurunnya produksi dan kualitas buah.
  4. Cukupi kebutuhan airnya
    Tanaman tomat membutuhkan air yang cukup, tidak lebih dan tidak juga kurang. Air yang berlebihan akan membuat tanaman ini membusuk. Sedangkan kekurangan air membuat permukaan buah tomat pecah-pecah, atau bahkan tanaman layu dan mati.
    Penyiraman sendiri dilakukan dengan membasahi bagian bawah tanaman terlebih dahulu. Teknik ini mencegah air menciprati bagian tanaman lainnya yang berpotensi menyebarkan penyakit. Kemudian siram bagian tanaman lainnya secara perlahan untuk menghindari genangan air di permukaan tanah. Pastikan air menyerap dengan baik ke tanah dan sampai ke akar. Hal ini juga membantu menjaga kelembaban tanah, sehingga tanaman tomat tidak “kehausan”.
    Setelah menyiram, gunakan sekop untuk menggali tanah di sekitar tanaman dan memeriksa tingkat penyerapan tanah. Idealnya, air membasahi tanah hingga kedalaman 15 – 20 sentimeter. Bila tanah tidak cukup basah, siram kembali tanah di sekitar tanaman. Periksa kembali titik lainnya untuk mengukur tingkat penyerapan air. Lakukan hal ini secara reguler sepekan sekali untuk mengukur kebutuhan air tanaman, sehingga Anda bisa memberikan cukup air bagi tanaman.
  5. Tomat butuh sinar matahari berlimpah
    Tempatkan tanaman tomat di tempat yang terpapar sinar matahari, khususnya sinar matahari pagi. Pasalnya, tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari untuk berfotosintesis dan memproduksi makanan. Hal ini akan membuat tanaman tomat tumbuh sehat dengan rasa buah yang lebih baik.
    Untuk memaksimalkan paparan sinar matahari, atur juga jarak penanaman. Jarak ideal antar tanaman tomat sekitar 50-100 sentimeter.
  6. Berikan mulsa
    Berikan mulsa di sekitar tanaman. Mulsa sendiri merupakan bagian tumbuhan yang sudah kering, seperti: daun, sekam, serpihan kayu, serbuk gergaji, dan jerami. Mulsa membantu mempertahankan kelembaban dan kehangatan media tanam di sekitar tanaman serta mendorong sistem perakaran yang sehat. Selain itu, mulsa juga membantu membunuh gulma dan rumput liar di sekitar tanaman serta menekan hadirnya penyakit dari tanah.
  7. Berikan penyangga
    Tanaman bisa tumbuh hingga lebih dari dua meter. Bila ketinggiannya mencapai lebih dari satu meter, tanaman ini berpotensi rebah. Untuk menghindari hal ini, berikan penyangga berupa bambu pada tomat sejak setinggi 50 sentimeter. Akan lebih baik lagi bila melilitkan tali di sekujur batang utama tomat untuk menyangganya tumbuh tinggi. Dalam hal ini, pekebun harus membantu melilitkan tali ke batang utama tomat. Tali sendiri dipasang secara vertikal, sejajar dengan arah tumbuhnya tomat.
  8. Hindari hama berupa siput dan ayam
    Salah satu satwa yang mengganggu pertumbuhan tomat adalah ayam dan siput. Ayam sendiri kerap mencari cacing di sekitar tanaman tomat dengan cara menggali menggunakan cakarnya. Hal ini berpotensi merusak tanaman tomat. Bagi para pemelihara ayam, sebaiknya jauhkan ayam Anda dari tanaman tomat.
    Adapun untuk menghindari siput, taburkan ampas kopi di sekitar tanaman dan jalur yang biasa dilalui siput. Aroma menyengat dan khas kopi sangat tidak disukai oleh hewan yang satu ini. Selain itu, kopi juga membantu menyuburkan tanah di sekitar tanaman. Baca lebih seksama di artikel Tiga Manfaat Kopi bagi Tanaman.
  9. Tanaman pembantu
    Beberapa tanaman bisa membantu meningkatkan produktivitas tomat. Salah satunya adalah bawang putih. Tanaman ini membantu meningkatkan rasa buah tomat menjadi lebih baik. Selain itu, bawang putih juga mencegah tumbuhnya jamur dan meningkatkan kualitas keseluruhan tanaman tomat.
    Caranya pun cukup mudah. Tinggal tanam bawang putih di dekat tanaman tomat. Cara lainnya, siram saripati bawang putih di sekitar tanaman atau campurkan dengan media tanam. Saripati ini sendiri terbuat dari campuran air dan bawang putih yang telah dihaluskan.
  10. Tanam secara bergilir
    Seperti tanaman kebun lainnya, area menanam tomat pun harus digilir setiap beberapa tahun sekali. Tanaman tomat sendiri tumbuh baik di titik yang sama sampai tiga tahun lamanya. Selebihnya, kesuburan lahan akan berkurang, dan berpotensi mengurangi produktivitas tanaman tomat.
    Bila Anda memiliki lahan yang luas, tanam secara bergilir tanaman tomat setiap tahun. Bila lahan terbatas, tidak masalah bila menggilir tanaman tomat setiap tiga tahun sekali.

Diolah dari berbagai sumber.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s