7 Tanaman Terbaik untuk Pekebun Pemula

Foto: mnn.com
Foto: mnn.com

Bagi yang baru menapaki hobi berkebun di rumah, tentunya akan mencoba menanam berbagai tumbuhan dengan berbagai cara. Umumnya, mereka senang bereksperimen untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.

Dalam daftar produk Kebun Morris, terdapat tingkat kesulitan pemeliharaan masing-masing tanaman. Merujuk pada daftar tersebut, berikut ini 7 benih yang patut dicoba untuk mereka yang baru belajar berkebun di rumah.

Bayam Hijau dan Merah
Menanam bayam termasuk mudah. Tumbuhan ini bisa hidup di berbagai tingkat ketinggian dengan berbagai kondisi cuaca. Cara menanamnya pun termasuk ringan. Cukup taburkan benih bayam secara merata di lahan yang tersedia. Jaga kerapatan benih bayam. Caranya dengan mengambil sedikit benih yang disesuaikan dengan lahan yang tersedia.

Usahakan menjaga asupan unsur hara dengan menaburkan pupuk organik secukupnya setiap pekan di atas lahan tanam. Siram air dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Benih yang terlalu rapat, asupan unsur hara yang minim, dan air yang terlalu sedikit membuat bayam tumbuh kerdil.

Bagi mereka yang ingin mendapatkan tanaman bayam yang lebih baik, semai terlebih dahulu benih di tempat terpisah. Setelah memiliki 3-5 daun sejati dengan panjang batang sekitar 5-7 Sentimeter, pindahkan bayam ke lahan tanam yang lebih luas.

Kangkung
Tanaman ini juga salah satu yang paling cocok dicoba oleh pemula. Kangkung bisa ditanam sepanjang tahun di berbagai tingkatan ketinggian dataran. Cara menanamnya cukup dengan memasukkan 5 benih kangkung dalam satu lubang. Atur jarak antar lubang tanam antara 5-10 Sentimeter.

Siram kangkung pada pagi dan sore hari. Jangan lupa untuk memberikan pupuk sepekan sekali agar asupan unsur hara tanaman terpenuhi. Pada usia 20-35 hari, kangkung sudah bisa dipanen. Cara memanennya pun cukup mudah. Cabut kangkung hingga ke akarnya, potong akarnya, bersihkan, dan kangkung siap untuk dimasak.

Sawi Pakcoy
Selanjutnya, tanaman yang disarankan untuk pemula adalah Sawi Pakcoy. Sama seperti kangkung, Sawi Pakcoy merupakan tanaman yang hidup sepanjang tahun di berbagai tingkatan ketinggian dataran. Meskipun begitu, cara menanamnya sedikit agak rumit dibandingkan bayam dan kangkung. Untuk mendapatkan hasil terbaik, dianjurkan untuk menyemai Sawi Pakcoy dalam wadah terpisah di tempat yang teduh dan lembab.

Setelah Sawi Pakcoy memiliki 3-5 daun sejati, pindahkan ke lahan tanam yang lebih besar. Pastikan unsur hara tanaman tercukupi pada media tanam. Siram pada pagi dan sore hari untuk mendapatkan hasil terbaik. Tanaman ini sudah bisa dipanen pada usia 35-45 hari masa tanam.

Cabai Rawit
Jenis cabai-cabai menempati urutan berikutnya bagi pemula yang sudah mampu menanam sayuran di atas. Salah satunya adalah Cabai Rawit. Tanaman yang hidup sepanjang tahun ini idealnya ditanam di dataran rendah. Dianjurkan untuk menyemainya terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan tanam.

Pada saat penanaman, jaga agar unsur hara tanaman tetap terjaga. Siram tanaman ini pada pagi dan sore hari. Pastikan tanaman ini mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup. Bersihkan gulma dan rumput di sekitar tanaman agar asupan unsur haranya tetap terjaga. Cabai rawit sendiri sudah bisa dipanen mulai usia 95 hari masa tanam. Dibandingkan sayuran yang tercantum sebelumnya, menanam cabai rawit membutuhkan kesabaran lebih panjang.

Cabai
Masih dari keluarga cabai-cabaian, tanaman Cabai termasuk yang baik bagi pemula. Tanaman ini bisa ditanam di berbagai tingkatan ketinggian dataran. Hanya saja, dianjurkan untuk menanam pada musim kemarau semata. Bila ditanam pada musim hujan, pastikan asupan airnya tidak terlalu berlimpah dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Pada musim kemarau, cukup siram sehari sekali pada sore hari.

Dianjurkan untuk menyemai tanaman cabai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan tanam. Pada saat dipindahkan ke lahan tanam, tancapkan sepotong bambu dengan panjang 1 meter di dekatnya. Bila ingin mendapatkan hasil yang ideal, tancapkan 2 potong bambu sepanjang 1,5 meter di masing-masing sisi kanan dan kirinya. Kemudian pertemukan ujung kedua bambu di atasnya dan ikatkan. Keberadaan penyangga ini berguna untuk menjaga tanaman agar tumbuh tegak. Seiring meningginya tanaman, ikatkan tanaman pada bambu tersebut agar tidak rebah.

Masa panen cabai lebih lama dibandingkan cabai rawit, yaitu antara 100-115 hari. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan unsur hara tanaman tercukupi. Bersihkan juga gulma dan rumput di sekitar tanaman secara rutin.

Tomat
Tanaman yang termasuk keluarga buah dan sayur ini bisa ditanam di berbagai tingkatan ketinggian dataran. Hasilnya akan maksimal bila ditanam di musim kemarau. Pada musim hujan, umumnya buah tomat lebih lembek dan cepat sekali membusuk.

Sebelum menanamnya, dianjurkan untuk menyemainya terlebih dahulu di tempat yang lembab dan teduh. Setelah cukup besar, pindahkan tomat ke lahan tanam. Pastikan tanaman ini mendapatkan sinar matahari yang cukup berlimpah. Cukup siram tanaman ini pada pagi dan sore agar tanaman ini tidak mengalami kekeringan. Jaga unsur hara tanaman dan bersihkan rumput dan gulma di sekitar area tanamnya.

Tomat sendiri bisa tumbuh hingga panjangnya mencapai 2,5 meter. Sama seperti cabai, tanaman ini membutuhkan penyangga agar dapat tumbuh dengan tegak. Karena tanaman ini lebih tinggi dibandingkan cabai, pilih potongan bambu sepanjang 2-2,5 meter dan tancapkan di kedua sisinya. Seiring bertambahnya ketinggian tanaman, ikatkan batangnya pada tongkat penyangga. Buah tomat sudah bisa dicicipi pada usia penanaman 70-75 hari.

Mentimun
Menanam mentimun cukup menantang. Pasalnya, unsur hara dan asupan airnya harus benar-benar cukup dan terjaga. Mentimun yang kekurangan unsur hara dan asupan air akan mati dengan cepat. Sedangkan bila kelebihan air, tanaman ini akan membusuk. Meskipun begitu, tanaman ini sudah bisa dipanen pada usia tanam 30-35 hari.

Mentimun cocok ditanam pada musim kemarau. Tanaman ini akan merambat seiring bertambahnya panjang tanaman. Oleh karena itu, tanaman ini mensyaratkan jalur rambatan berupa tongkat bambu atau lilitan tali yang disusun seperti jaring. Bantu sulur tanaman agar menemukan tempat merambat yang tepat.

Sebelum ditanam, sangat dianjurkan untuk disemai terlebih dahulu. Pastikan kuncup terlancip benih mentimun menghadap ke bawah. Tanaman ini bisa ditanam langsung di lahan tanam. Meskipun begitu, resiko tanaman ini layu sebelum berkembang cukup besar.{}

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s