7 Tanaman Pengusir Nyamuk

Ilustrasi: deadseagoddess.com
Ilustrasi: deadseagoddess.com

Bagi masyarakat tropis seperti Indonesia, nyamuk kerap mengganggu keseharian kita, baik ketika sedang diam, tidur, maupun beraktivitas. Memberantas nyamuk dengan zat-zat kimia bukanlah pilihan yang bijak. Selain merusak alam, penggunaan zat kimia untuk menghalau nyamuk justru membuatnya semakin kuat terhadap zat kimia tersebut.

Salah satu cara yang bisa ditempuh dengan menggunakan tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk. Dan berikut adalah tanaman-tanaman tersebut.

Serai
Serai, atau dikenal juga dengan Sereh, merupakan tanaman dari jenis rumput-rumputan yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, pengharum makanan, dan bahan kosmetik. Tumbuhan yang berkembang biak melalui umbi ini, juga biasa diolah menjadi Minyak Atsiri.

Serai sendiri memiliki kemampuan untuk mengusir nyamuk. Pasalnya, tanaman tropis ini memiliki kandungan Sitronela yang tidak disukai oleh “drakula” kecil ini. Umumnya, orang menggunakan minyak atsiri untuk kebutuhan menghalau nyamuk. Namun, tanaman serai sendiri memiliki kemampuan tersebut.

Sage
Tanaman yang dikenal sebagai Salvia ini berasal dari wilayah Mediterania. Bisa ditanam di dataran tinggi dan rendah. Bentuknya sendiri berupa tanaman semak yang tingginya sekitar 60 Sentimeter dengan daun mirip tanaman Mint. Bunganya sendiri berwarna merah jambu, ungu, merah, atau putih, tergantung varietasnya.

Sage umum dimanfaatkan daunnya sebagai bahan pelengkap dan penyedap makanan Eropa dan Amerika. Selain itu, karena bentuk bunganya yang cantik, tanaman ini juga bisa dijadikan tanaman hias di depan rumah. Di Eropa, tanaman Sage dimanfaatkan secara optimal untuk mengobati gigitan ular, meningkatkan kesuburan wanita, diuretik, anestesi lokal untuk kulit, dan lain sebagainya. Umumnya, tanaman ini disuling untuk diambil minyaknya. Sage sendiri merupakan salah satu tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk.

Lavender
Tanaman ini sudah cukup terkenal di Indonesia lantaran iklan salah satu produk losion anti nyamuk yang menggunakan ekstrak Lavender. Yups, tanaman ini memang dikenal sebagai pengusir nyamuk. Pasalnya, aroma tanaman yang berasal dari wilayah Mediterania ini tidak disukai oleh nyamuk. Lavender sendiri memiliki bunga berwarna ungu yang indah dengan aroma yang khas. Belakangan, sudah banyak orang Indonesia yang membudidayakannya di tanah air.

Mint
Mint merupakan tanaman herbal yang lezat dan serbaguna. Tumbuh bergerombol dan memiliki akar yang menancap ke tanah. Tanaman ini mudah dipelihara dan tahan hingga bertahun-tahun lamanya. Cara menanamnya pun termasuk mudah. Selain melalui biji, menanam mint juga bisa dengan cara menancapkan batangnya.

Mint sendiri banyak digunakan untuk berbagai olahan makanan dan minuman, mulai dari bumbu salad buah, campuran masakan daging atau ikan, hingga campuran untuk segelas teh atau minuman lainnya. Selain itu, tanaman ini juga biasa digunakan sebagai campuran larutan penyegar mulut.

Seperti kerabatnya Sage, Mint juga bisa digunakan untuk mengusir nyamuk. Bila terlalu malas untuk mengekstraknya, bisa juga menggunakan larutan penyegar mulut yang disemprotkan di ruangan. Hasilnya, ruangan menjadi lebih harum dan sejuk sekaligus mengusir nyamuk dan serangga lainnya.

Basil
Basil disebut sebagai “King of Herbs”. Pasalnya, tanaman ini banyak sekali digunakan sebagai bumbu masakan di seluruh dunia. Basil sendiri memiliki varian yang cukup banyak dan tersebar hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, ada dua jenis basil yang umum dikenal, yaitu Selasih yang bijinya digunakan sebagai campuran minuman dan Kemangi yang daunnya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.

Karena aromanya yang menyengat, Basil juga kerap digunakan untuk mengusir serangga, termasuk nyamuk. Meskipun begitu, tanaman asli India ini sangat disukai oleh hewan moluska, seperti siput.

Rosemary
Sama seperti tanaman pengusir nyamuk lainnya, Rosemary memiliki aroma yang harum seperti minyak kayu putih. Tanaman ini bisa ditempatkan di sudut ruangan yang kerap didatangi oleh nyamuk. Cara penggunaan lainnya adalah dengan membakar batang dan daunnya sehingga mengeluarkan uap. Uap ini bisa mengakibatkan nyamuk pusing dan akhirnya mati.

Rosemary sendiri masih termasuk kerabat dekat mint. Tanaman ini biasanya digunakan untuk membumbui daging kambing, babi, dan ayam. Berasal dari daerah Mediterania dan Asia dengan iklim yang dingin dan kering. Bisa tumbuh hingga ketinggian 1,5 meter, bahkan 2 meter.

Catnip
Tanaman yang berasal dari Eropa dan sebagian Asia ini dikenal sebagai “ganja” bagi kucing. Pasalnya, kucing menyukai aromanya dan membuatnya riang, lincah, dan tenang. Hal ini disebabkan kandungan nepetalactone pada batang dan daunnya. Meskipun begitu, kandungan zat tersebut pada Catnip berguna untuk mengusir tikus dan nyamuk serta banyak serangga lainnya, termasuk kecoa. Namun, hal yang perlu diwaspadai, sebagian serangga dan semut mengandung nepetalactone, sehingga Catnip justru melindungi mereka dari serangga lainnya.

Bagi manusia, Catnip umumnya dijadikan teh. Tanaman ini juga bisa digunakan sebagai bahan olahan makanan. Memiliki dampak relaksasi bila dihisap seperti rokok.

Catnip sendiri masih berkerabat dengan mint. Tinggi dan lebarnya bisa mencapai 50-100 Sentimeter. Umumnya digunakan sebagai tanaman hiasan di kebun. Selain itu, Catnip juga menarik kucing dan kupu-kupu untuk datang. Tumbuhan ini juga termasuk tahan terhadap iklim yang kering.{}

Diolah dari Berbagai Sumber.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s